Dampak Keracunan Yodium

Dampak Keracunan Yodium >> Yodium berperan penting bagi kesehatan terutama pada kelenjar thyroid atau kelenjar gondok. Konsumsi berlebih atau kekuarangan yodium dapat menimbulkan penyakit kelenjar thyroid atau penyakit gondok. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang dampak keracunan yodium akiba terlalu banyak mengkonsumsi kadar yodium.

Dampak Keracunan YodiumAda beberapa gejala terjadinya keracunan akut yodium akibat asupan berlebih dari yodium. Gejala-gejala tersebut meliputi rasa nyeri di rongga mulut, rasa mual dan muntah-muntah. Kondisi ini mustahil terjadi akibat pola konsumsi normal kecuali adanya gangguan medis serius lain yang menyebabkan berlebihan kadar yodium (misal : gagal ginjal).

Seperti disebutkan sebelumnya, yodium yang berlebihan juga memperlambat kerja kelenjar tiroid dimana kondisi ini juga tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, pengobatan dengan basis yodium harus selalu dibawah pengawasan ahli medis karena dikhawatirkan interaksi yodium dengan kimia lain yang mungkin dikandung oleh jenis pengobatan tertentu. Untuk menetralisir kadar yodium untuk mengatasi penyakit gondok baik karena kekurangan yodium atau karena berlebihan konsumsi yodium, Anda bisa mengkonsumsi obat gondok tradisional ace maxs yang bisa anda lihat pembahasannya di halaman depan website.

Yodium yang digunakan langsung pada kulit juga bisa menyebabkan beberapa efek samping yang kurang menyenangkan. Iritasi, bekas berpola pada kulit, reaksi alergi, kemerahan dan sebagainya menjadi beberapa gejala efek samping yang mungkin terjadi. Berhati-hatilah untuk tidak mengikat perban terlalu kencang atau menutupi rapat luka yang sudah ditetesi yodium untuk menghindari efek terbakar yodium.

Yodium merupakan unsur alam yang banyak terkandung dalam air laut serta biota laut. Berbagai jenis makanan laut menjadi sumber yodium terbaik bagi manusia, mulai dari rumput laut, kerang, udang, ikan dan juga berbagai jenis olahan seafood lainnya. Dengan pengenalan yodium dalam kaitannya dengan nutrisi bagi tubuh manusia, kita bisa memaksimalkan manfaat yodium demi menjaga kesehatan kita.

Kekurangan yodium ataupun kelebihan yodium sampai taraf keracunan sangat tidak dianjurkan. Berbagai kerugian bisa disebabkan keduanya, dimana efek terbesar adalah pada kelenjar tiroid manusia dan tingkat perkembangan fisik dan mental pada anak-anak. Karena pentingnya mencegah terjadinya kerugian-kerugian tersebut secara luas, banyak pemerintahan mewajibkan penggunaan yodium dalam berbagai jenis makanan manusia. Garam beryodium adalah salah satu contoh paling mudah langkah pemerintah berbagai negara mencegah terjadinya defisiensi yodium dalam masyarakatnya.

Peran Iodium untuk Kelenjar Thyroid

Peran Iodium untuk Kelenjar Thyroid >> Penyakit gondok bisa terjadi akibat kelebihan atau kekurangan iodium yang dirubah menjadi iodida untuk thyroid. Berikut selengkapnya kami informasikan Peran Iodium untuk Kelenjar Thyroid.Peran Iodium untuk Kelenjar ThyroidIodium ditemukan pada tahun 1811 oleh Courtois. Iodium merupakan sebuah anion monovalen. Keadaannya dalam tubuh mamalia hanya sebagai hormon tiroid. Hormon-hormon ini sangat penting selama pembentukan embrio dan untuk mengatur kecepatan metabolis dan produksi kalori atau energi disemua kehidupan. Jumlah iodium yang terdapat dalam makanan sebanyak jumlah ioda dan untuk sebagian kecil secara kovalen mengikat asam amino. Iodium diserap sangat cepat oleh usus dan oleh kelenjar tiroid digunakan untuk memproduksi hormon thyroid. Saluran ekskresi utama iodium adalah melalui saluran kencing (urin) dan cara ini merupakan indikator utama pengukuran jumlah pemasukan dan status iodium. Tingkat ekskresi (status iodium) yang rendah (25 – 20 mg I/g creatin) menunjukan risiko kekurangan iodium dan bahkan tingkatan yang lebih rendah menunjukan risiko yang lebih berbahaya (Brody, 1999).

Dalam saluran pencernaan, iodium dalam bahan makanan dikonversikan menjadi Iodida yang mudah diserap dan ikut bergabung dengan pool-iodida intra/ekstraseluler. Iodium tersebut kemudian memasuki kelenjar tiroid untuk disimpan. Setelah mengalami peroksidasi akan melekat dengan residu tirosin dari tiroglobulin. Struktur cincin hidrofenil dari residu tirosin adalah iodinate ortho pada grup hidroksil dan berbentuk hormon dari kelenjar tiroid yang dapat dibebaskan (T3 dan T4) (Linder, 1992). Iodium adalah suatu bagian integral dari hormon tridothyronine tiroid (T3) dan thyroxin (T4). Hormon tiroid kebanyakan menggunakan, jika tidak semua, efeknya melalui pengendalian sintesis protein. Efek-efek tersebut adalah efek kalorigenik, kardiovaskular, metabolisme dan efek inhibitor pada pengeluaran thyrotropin oleh pituitary (Sauberlich, 1999).

Kebanyakan Thyroxine (T4) dan Triidothyronine (T3) diangkut dalam bentuk terikat-plasma dengan protein pembawa. Thyroxine-terikat protein merupakan pembawa hormon tiroid utama yang beberapa di antaranya juga terikat dengan thyroxin-terikat prealbumin (Sauberlich, 1999).

Tingkat bebasnya hormon-hormon tersebut dalam plasma dimonitor oleh hipotalamus yang kemudian mengontrol tingkat pemecahan proteolitis T3 dan T4 dari tiroglobulin dan membebaskannya ke dalam plasma darah, melalui tiroid stimulating hormon (TSH). Kadar T4 plasma jauh lebih besar dari pada T3, tetapi T3 lebih potensial dan “turn overnya” lebih cepat. Beberapa T3 plasma dibuat dari T4 dengan jalan deiodinasi dalam jaringan non-tiroid. Sebagian besar dari kedua bentuk terikat pada protein plasma, terutama thyroid-binding-globulin (TBG), tetapi hormon yang bebas aktivitasnya pada sel-sel target. Dalam sel-sel target dalam hati, banyak dari hormon tersebut didegradasi dan iodidat dikonversikan untuk digunakan kembali kalau memang dibutuhkan (Linder, 1992).

Menurut Ganong (1989) apabila mengkonsumsi iodium 500 mg/hari, hanya sebagian iodium (120 mg) yang masuk ke dalam kelenjar tiroid, dan dari kelenjar tiroid disekresikan sekitar 80 mg yang terdapat dalam T3 dan T4, yang merupakan hormon tiroid. Selanjutya T3 dan T4 mengalami metabolisme dalam hepar dan dalam jaringan lainnya. Sehingga dari hepar dikeluarkan sekitar 60 mg ke dalam cairan empedu, kemudian dikeluarkan ke dalam lumen usus dan sebagian mengalami sirkulasi yang lepas dari reabsorbsi akan diekskresikan bersama feses dan urin.
Iodium dapat diperoleh dari berbagai jenis pangan dan kandungannya berbeda-beda tergantung asal jenis pangan tersebut dihasilkan. Kandungan iodium pada buah dan sayur tergantung pada jenis tanah. Kandungan iodium pada jaringan hewan serta produk susu tergantung pada kandungan iodium pada pakan ternaknya. Pangan asal laut merupakan sumber iodium alamiah. Sumber lain iodium adalah garam dan air yang difortifikasi (Muchtadi. dkk, 1992). Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sauberlich, (1999) bahwa makanan laut dan ganggang laut adalah sumber iodium yang paling baik. Penggunaan garam beriodium di Amerika Serikat diberikan sebagai sumber iodium penting. Di USA konsumsi garam beriodium per hari per orang mendekati 10 – 12 gram dimana garam tersebut mengandung 76 mg iodium per gram.

Nah itu dia informasi tentang peran iodium untuk kelenjar thyroid, semoga artikel ini bisa bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya di website informasi obat gondok.

Batas Normal Kelenjar Gondok

Batas Normal Kelenjar Gondok >> Setiap orang mempunyai kelenjar gondok atau kelenjar tiroid, namun jika kadar kelenjar gondok pada tubuh mengalami kelebihan atau kekurangan, maka Anda akan dinyatakan mengalami penyakit gondok. Lalu berapakah kadar batas normal kelenjar gondok dalam tubuh manusia?, berikut kami informasikan batas normal kelenjar gondok yang harus diproduksi tubuh.

Batas Normal Kelenjar GondokHormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin (T4) dan tri-iodothyronine (T3). Kadar kedua hormon ini yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kadar Normal

Pada orang dewasa, kadar TSH normal adalah 0,4-4,5 mIU/L. Sedangkan pada bayi, kadar normal TSH adalah 3-18 mIU/L.

mIU/L adalah singkatan dari mili-Internasional unit per liter. Kadar TSH yang berada di luar kisaran tersebut diklasifikasikan sebagai hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

Hipertiroidisme (Hyperthyroidism)

Hipertiroidisme terjadi bila terjadi kelebihan produksi hormon tiroid. Gejala dari kondisi ini diantaranya adalah kelemahan otot, gemetar, kelelahan, denyut jantung cepat, penurunan berat badan, peka terhadap masalah suhu, dan masalah penglihatan.

Hipotiroidisme (Hypothyroidism)

Kondisi hipotiroidisme didiagnosa ketika produksi hormon tiroid lebih rendah dari kadar normal. Gejala hipotiroidisme meliputi kelelahan, berat badan naik, merasa kedinginan dan lesu, kulit dan rambut kering, serta sembelit.

Pemeriksaan

Tingkat atau kadar tiroid diketahui melalui pemeriksaan darah sederhana oleh dokter. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan apakah produksi hormon oleh kelenjar tiroid normal, terlalu aktif, atau kurang aktif.

Apa yang Dideteksi oleh Pemeriksaan?

Agar kelenjar tiroid melakukan fungsinya, hipotalamus harus melepaskan Thyrotropin-releasing hormone (TRH). TRH kemudian memicu kelenjar pituitari untuk menghasilkan Thyroid-stimulating hormone (TSH).

Nah itu dia informasi batas normal kelenjar gondok yang dihasilkan tubuh, dan untuk informasi obat gondok Anda bisa mengikuti tautan ini obat gondok. Terimakasih atas kunjungannya, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sudah membacanya.